Please leave a comment
Showing posts with label Serba-serbi. Show all posts
Showing posts with label Serba-serbi. Show all posts

Monday, July 3, 2023

AGAMA, POLITIK, DAN IDEOLOGI BANGSA: Catatan Demokrasi Kita

Hingar-bingar pemilihan umum tahun 2024 sudah mulai dirasakan bahkan sejak akhir 2022. Politik identitas mendadak menjadi komoditas utama bagi media massa dalam berbagai macam pemberitaan terkait Pemilu 2024. Bukan hal baru, sejak Pemilu 2014 isu polarisasi keagamaan sudah mulai menghangat dan mencapai puncaknya pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Di tahun yang sama, muncul gerakan masyarakat islam yang timbul akibat seorang public figure non-muslim yang dianggap menistakan agama islam yang juga menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Sejak saat itu, bibit-bibit polarisasi dan politik identitas mulai menampakkan tunasnya.

Politik identitas secara singkat didefinisikan sebagai politik yang memanfaatkan kesamaan identitas suku, agama, dan ras menjadi sebuah keuntungan elektoral. Sialnya, identitas yang menjadi isu paling berpengaruh di dalam perpolitikan Indonesia adalah Agama. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beraga islam, tentu polarisasi agama dianggap akan sangat menguntungkan. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan adanya pengkotakan ideologi dalam perpolitikan negara Demokrasi seperti Indonesia, selama itu hanya sebatas adu gagasan dalam ruang-ruang publik dan tidak memuculkan kekerasan dan radikalisme. Di negara manapun, adu ideologi adalah hal yang lumrah. Di Negara tetangga, Malaysia misalnya, bahkan pengkotakan ras sangat terlihat jelas dengan adanya partai-partai politik yang merujuk pada ras tertentu.

Sayangnya, di Indonesia, adu-adu gagasan dan ideologi terutama di luar ideologi bangsa menjadi hal yang tabu untuk dilakukan, bahkan mereka yang berani memunculkan gagasan ideologi berbeda dalam ruang publik bisa menjadi musuh negara dan menjadi pesakitan dengan cara dipidanakan. Idealnya, di dalam sebuah negara demokrasi, diskursus gagasan dan ide tidak layak untuk dibunuh dengan dalih melanggar hukum. Biarlah masyarakat kita menjadi dewasa dengan memilih apa yang menurut mereka cocok bagi mereka. Itu adalah proses pendewasaan masyarakat. Artinya kita tidak perlu khawatir bahwa gagasan dan ide yang dianggap bertentangan dengan Pancasila akan semakin besar jika masyarakat kita sudah paham akan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Jika kita yakin bahwa Ideologi Pancasila sudah mengakar dan mandarah daging di dalam keseharian masyarakat Indonesia, maka kita tidak perlu takut dengan pihak-pihak yang berusaha mengganti Pancasila dengan ideologi lain. Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka perlu dipertanyakan bagaimana proses penanaman nilai-nilai Pancasila selama ini dilakukan, apakah sudah dalam jalur yang benar ataukah belum.

Pembubaran ormas-ormas berideologi khilafah yang tertulis dalam Angaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) nya seharusnya dipertegas dengan alasan yang lebih demokratis bagi sebuah negara hukum— misalnya, “mereka memang memiliki ideologi di luar ideologi Pancasila tetapi karena mereka menggunakan jalan kekerasan, artinya mereka melanggar hukum, maka mereka layak untuk dibubarkan”. Sejarah sudah membuktikan bahwa pemaksaan ideologi dengan jalan kekerasan tidak akan pernah berhasil. DI/TII atau NII adalah buktinya. Yang kita perangi bukanlah Ide datau Gagasan, tetapi kekerasan dan radikalisme karena keduanya adalah musuh utama demokrasi. Jadi sekali lagi, dalam demokrasi, dikursus ideologi dan gagasan dalam ruang publik bukanlah sesuatu yang harus dibunuh. Sebaliknya, biarlah itu menjadi warna dari sebuah demokrasi dan menjadi proses pendewasaan politik bagi masyarakat.

Sistem demokrasi yang memberangus hak-hak berpendapat justru akan semakin menunjukkan kemunduran demokrasi di suatu negara, mungkin itu juga yang membuat nilai indeks demokrasi kita di 2023 masih dalam kategori Partly Free menurut organisasi Freedom House dengan nilai 58/100 (https://freedomhouse.org/country/indonesia/freedom-world/2023). Biarlah calon-calon pemimpin bangsa ini beradu gagasan di ruang publik tentunya dengan menggunakan data dan fakta yang akurat, bukan hoaks apalagi fitnah. Jika kita melihat kampanye-kampanye politik di negara demokratis lain seperti Amerika Serikat misalnya, maka kita akan melihat bagaimana para calon saling menjatuhkan dengan kalimat-kalimat yang bisa dibilang bagi kita ‘sangat kasar’ atau kita dan dunia mengistilahkannya dengan ‘Kampanye Negatif’. Ingat, bukan ‘Kampanye Hitam’ atau Black Campaign.  

Polarisasi dan politik identitas memang sangat meresahkan apalagi jika sampai menimbulkan kerusuhan, akan tetapi jika kita melihatnya dari sudut pandang sistem demokrasi maka itu adalah sesuatu yang sangat wajar. Toh, partai-partai politik kita sudah diframing menjadi beberapa golongan seperti Partai Islam dan Partai Nasionalis, meskipun kebanyakan partai selalu mencoba menjadi golongan tengah dengan menamakan dirinya sebagai partai Nasionalis Religius atau Religius Nasionalis. Kita memang dikenal dengan ideologi Pancasila yang dianggap sebagai ideologi tengah yang mengakomodir semua kepentingan golongan, bukan ideologi ekstrim kanan atau ekstrim kiri. Akan tetapi, jangan juga kita menjadi bangsa yang dianggap memiliki ideologi Ekstrim Tengah. 


Wednesday, February 15, 2017

MAHALNYA ONGKOS DEMOKRASI

Puncak hingar-bingar pesta demokrasi di 100-an daerah di seluruh negeri adalah hari ini, 15-02-2017. Setelah sebelumnya para pasangan calon pemimpin daerah berlomba-lomba merebut hati warga masyarakatnya untuk memilih lalu mencoblosnya di hari ini. Segala hal mereka lakukan untuk memnangkannya, dimulai dari 'blusukan' untuk menjabarkan janji-janji manis program kerjanya, hingga pembuatan atribut kampanye mulai dari stiker, kaos, dan dlm bentuk yg lebih besar banner atau pamflet.

Di benak kita, mungkin biaya untuk melakukan kampanye-kampanye dia atas tidak seberapa besar apalagi hanya sekelas daerah, tp tak diduga terutama bagi awam seperti saya, biaya kampanye untuk sekelas provinsi saja bisa mencapai 2 digit MILIAR rupiah. Sumbernya sendiri bermacam-macam mulai dari iuran partai pengusung, hingga 'sumbangan sukarela' dari berbagai macam tingkat sosial masyarakat. Tentunya kita semua tahu bahwa sumbangan dr masyarakat terbesar adalah dari kalangan pengusaha. Kalau anda sepakat dg saya, masyarakat kelas menengah ke bawah rasanya sulit ikut 'menyumbang' utk paslon kada.

Terlalu banyak sumbangan 'sukarela' artinya terlalu banyak pula kepentingan yg mengiringinya. Logikanya, individu-individu yg rasional selalu akan mengharap 'sumbangan' dalam bentuk lain dari kepala daerah terpilih yg dimana mereka iku menyumbangnya saat kampanye. Bisa disimpulkan, besarnya ongkos kampanye berbanding lurus dengan besarnya kepentingan yg dibawa kepala daerah terpilih.

Komponen biaya kampanye hanya salah satu komponen dari ongkos demokrasi keseluruhan. Akan tetapi, justru biaya kampanye lah yg bisa menjadi boomerang bagi proses demokrasi itu sendiri. Beberapa pejabat eksekutif dan legislatif serta pengusaha dari kalangan swasta, yg notabenenya adalah mereka yg secara lgsg menikmati manisnya 'demokrasi' ini, telah banyak yg diiciduk para penegak hukum utamanya terkait 'abuse of power', Korupsi-Kolusi-Nepotisme. Alasan mereka sebenarnya sederhana saja, mengembalikan 'modal' dan mendapat keuntungan atas 'investasi modal' tersebut bahkan harus dpt untung.

Oleh karena itu, sebenarnya proses demokrasi yg sudah berjalan satu dekade lebih harusnya perlu direview. Keterlibatan masyarakat secara langsung dlm pembiayaan demokrasi tidak serta-merta menurunkan tingkat KKN bahkan cenderung bertambah. Pemimpin yg bisa jadi sebenarnya amanah, namun karena banyaknya kepentingan yg dibawa saat sebelum memenangkan pertarungan membuat ia tak begitu banyak bisa berbuat, diakui atau tidak.

~M.H.I.A~

Thursday, January 19, 2017

Negeri-negeri 'Terkutuk'(?)

Negara-negara beriklim tropis sejatinya adalah negara-negara yang Kaya. Namun kekayaan yg dimaksud disini hanya dari kekayaan alamnya, melimpah-ruah bahkan hampir bisa dikatakan bahwa di negara-negara tropis lah sumber kekayaan bumi terpendam.

Dalam ilmu geografi, negara-negara tropis adalah negara yang berada diantara 23.5° lintang utara dan 23.5° lintang selatan. Jika dilihat dari dalam peta maka perinciannya sebagai berikut:

Semua negara di Asia Tenggara beriklim tropis, Hong Kong, Taiwan, India, Bangladesh, Sri Lanka, Maldives, Arab Saudi, Oman, dan Yaman.Catatan : Taiwan, India, Bangladesh, dan Arab Saudi hanya sebagian wilayah selatannya saja yang beriklim tropis. Afrika :Hampir semua negara Afrika beriklim tropis, kecuali Mesir, Libya, Aljazair, Maroko dan Afrika Selatan. Negara di Afrika yang beriklim tropis antara lain Zaire, Kenya, Kongo, Gabon, Uganda, Somalia, Ethiopia, Kamerun, Nigeria, Sudan, Ghana, Pantai Gading, Rep. Afrika Tengah, Guinea,dan lain -lain. Amerika:Ekuador, Kolombia, Venezuela, Brasil, Guyana, Guyana Perancis, Suriname, Peru, Bolivia, Panama, semua negara di Amerika Tengah & Karibia, dan sebagian Meksiko.

Jika diperhatikan, secara umum negara-negara yang saya sebutkan di atas semuanya tergolong negara-negara sedang berkembang atau bahkan malah negara miskin (di benua afrika, red). Namun jika kita gali lebih dalam, negara-negara di atas adalah negara dengan kekayaan alam yang sangat berlimpah. Contoh kecil saja, Indonesia, sudah tidak perlu saya jelaskan detail bgmn kekayaan alamnya mulai dari perhutanan, perikanan, pertanian, hingga sektor pertambangan.

Bergeser ke barat ada benua afrika, yakni kumpulan beberapa negeri yang secara kasat mata memang seolah tandus. Akan tetapi, kita tahu pada era kolonialisme negara-negara eropa berebut mendapatkan wilayah di dataran afrika sana. Karena ternyata dibalik gersangnya tanah afrika, terdapat kandungan mineral yang berlimpah.
Afrika merupakan wilayah penghasil beberapa mineral terbesar di dunia.  50 persen produksi emas dunia berasal dari Afrika Selatan, Zimbabwe, dan Republik Demokratik Kongo. Selain itu, Afrika juga memiliki negara produsen minyak mentah besar seperti Nigeria, Libya, dan Angola. Mineral-mineral lain yang banyak dieksploitasi di Benua Hitam ini yaitu kobalt, tembaga, khromium, uranium, platina, dan bauksit.

Bergeser lagi ke barat, benua Amerika. Tepatnya amerika selatan. Kita tahu bahwa beberapa penghasil minyak dunia ada di dataran amerika selatan. Tak cukup dari pertambangan yg melimpah, tak kalah juga kekayaan yang mereka miliki di sektor 'hijau-hijauan'. Salah satu hutan hujan tropis terluas ada di sana, Amazon. Keadaan dan kekayaan geografisnya, flora dan fauna tak kalah eksotinya dengan asia tenggara.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, negeri-negeri di atas iklim tropis cenderung miskin dan kalah dengan negeri-negeri lain di luar tropis. Mengapa demikian? Jawabannya tentu ada di sektor Sumber Daya Manusia (SDM) nya, tepatnya mental dan etos kerja. Sebagai perbandingan mencolok, ada di benua biru (eropa). Dengan terbatasnya kekayaan alam yang ada, penduduk eropa mempunyai etos kerja yang tinggi. Saat ini mgkn tidak ada eksplorasi alam satu pun (di negeri-negeri dg alam melimpah) tanpa melibatkan orang-orang benua biru. Kalaupun ada, toh itu pun hanya proses nasionalisasi dari eksplorasi yg awalnya dilakukan orang-orang eropa.
‌
Orang eropa dahulu terbiasa dengan ujian berat dari kurangnya sumber-sumber kehidupan yang mereka punya. Melalui beberapa revolusi, yang puncaknya adalah revolusi industri, negeri eropa berkembang menjadi negeri yang makmur seolah negeri eropa adalah negeri yang kaya, dari susu SDAnya. Selain itu, revolusi mental di eropa berkembang lebih cepat dari negeri lainnya. Contoh kecilnya kawasan skandinavia. Skandinavia adalah tempat tinggal kaum bar-bar, bangsa Vikink. Sekarang, kawasan skandinavia berubah total menjadi negeri dengan tata kelola pemerintahan yang baik, norwegia menjadi negara dengan penduduk paling bahagia di dunia, serta masuk jajaran 5 besar negara dengan tingkat korupai paling kecil di dunia.

Oleh sebab itu, sangat pantas bahwa negeri negeri beriklim tropis adalah negeri-negeri dengan kutukan sumber daya alam melimpah. Membuat masyarakatnya terlena dan terbiasa sejak dahulu kala "dilayani dan dimanjakan" oleh alam. Tak heran etos kerjanya pun rendah. Dan hanya menjadi 'kacung' negeri-negeri eropa.

~M.H.I.A~

Tuesday, December 9, 2014

Ilmu Akhirat/Ukhrowi Vs. Ilmu Dunia/Duniawi

Ilmu akhirat, ilmu agama, atau apapun istilahnya, bukan sebatas ilmu-ilmu yang 'pakai bahasa arab' atau ilmu yang 'ngomong tentang agama', dan lantas bukan berarti matematika, fisika, kimia, sosiologi, bahasa inggris, ekonomi itu ilmu (yang katanya) duniawi. Penggunaan istilah itu (ilmu duniawi dan ilmu ukhrowi/akhirat) sesungguhnya telah benar-benat sangat menyesatkan.

Ilmu tajwid, bagus, mempelajari bagaimana cara membaca Al-Quran dg baik dan benar (dan katanya ini ilmu akhirat), tapi ketika si Ustadz (istilah untuk guru yg mengajar ilmu yang katanya akhirat) mempelajari dan mengamalkannya hanya untuk kepentingan perut semata (demi harta) masih pantaskah menyebut si Ustadz sedang mengajari ILMU AKHIRAT.

Di sisi lain, kita ambil satu contoh, ilmu fisika yang katanya ini ilmu dunia/duniawi bahkan bagi 'golongan-golongan tertentu' ilmu fisika ini dianggap bukan ilmu. Tapi coba pikir, ketika seorang guru mengajar ilmu fisika dengan ikhlas, tanpa pamrih, bahkan justru lebih bersyukur kepada Tuhan karena dengan ilmu fisika bisa lebih mengenal keagungan dan kehebatan-Nya, apa pantas mengatakan bahwa sang guru sedang mengajari ILMU DUNIAWI.

Jika anda memang sering membaca Al-Quran, seharusnya anda tahu, bahwa semua pengetahuan itu datangnya dari Allah. Ilmu fiqih memang banyak dijelaskan di Al-quran, tapi ilmu matematika tak kalah banyak dijelaskan di Al-Quran bahkan ilmu fiqih memakai toeri dalam matematika (e.g. pembagian waris).

Maka saya ulangi lagi bahwa Penggunaan istilah ilmu akhirat dan ilmu dunia telah diselewengkan dan cenderung menyesatkan.

mari merenung sejenak, #Mikiiirrr

Monday, July 14, 2014

SANGGARIA : Berlian di Pesisir Selatan Jawa Timur

Berawal dari sebuah permintaan setengah mendadak dari teman-teman saya yang asal luar jawa, kebetulan saya lagi kursus di kampung inggris Pare-Kediri, katanya mereka mau jalan-jalan ke tempat wisata sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing, saya pun langusung tanya-tanya ke mbah google tempat wisata yang masih alami di daerah deket-deket kediri, akhirnya nemu dahhh pantai sanggaria, sekalian sama jalannya tentunya. Hhe. :D

Kenapa tetiba pengen kesana?? Liat aja tuuuh airnya beniiiiiing banget kan. Beeeuh pasirnya putiiih berasa pantai-pantai yang ada di Bali gitu. Apalagi di laman facebook grup Paciwistu (Paguyupan Cinta Wisata Tulungagung) sampe2 menjuluki pantai Sanggar sebagai pantai dreamland-nya Tulungagung. Uwooo, kebayang dong gimana indahnya gerangan pantai itu.
lebih kerennya lagi, waktu saya tanya teman-teman yang asal Tulungagung, mereka NGGAK tau tuh pantai, katanya belum pernah denger.--tambah semangat ini-- YOSH.

*sorry agak lebay*

Beberapa jam setelah googling, akhirnya saya kumpulkan teman-teman dan melaksanakan rapat dadakan yang berujung keputusan: BERANGKAT !!! dengan menaiki mobil all new avanza--sewaan gan...-- dan peserta berjumlah 9 orang.

Singkat cerita, tibalah hari keberangkatan. pukul 09.30 WIB kami berangkat dari Pare. Sebenarnya saya sudah minta temen-temen buat berangkat lebih pagi soalnya kita gak ada yang tau jalannya. Tapi yahhh, adatnya di indonesia udah kayak gitu, mau gimana lagi. Janjian jam 7, berangkat setengah 9.
Dengan berbekal info dari mbah google, dari Pare kami langsung menuju Tulungagung dengan mengikuti arah plang penujuk arah. Pokoknya saya tekankan sama supirnya, temen saya juga, gimanapun caranya kita harus sampe tulungagung dulu. hahaha maksa banget yah. Soalnya dari mbah google dapet info petunjuknya gini: Rute menuju Pantai Sanggar dari kabupaten Tulungagung naik kendaraan pribadi, ambil arah ke selatan jalur menuju Kecamatan Campurdarat sampai di pasar Campurdarat ambil kiri menuju desa gamping lurus sampai pertigaan SMAN 1 Campurdarat Ambil kiri selanjutnya naik turun. Setelah pasar tanggung gunung nanti ketemu pertigaan (Bukan pertigaan menikung) setelah itu ambil kanan lanjutkan perjalanan sampai desa jengglungharjo sampai di desa jengglungharjo bisa langsung nanya rute menuju pantai sanggar.
NEKAT. itulah kata yang tepat untuk menggambarkan perjalanan kami yang dalam prosesnya akhirnya kita sempet kesasar juga... Hahahaha. intinya saya SARANKAN jika mau kesana pake kendaraan yang tarikannya mantap. kalo pake mobil, pake mobil yang bahan bakarnya solar. soalnya dari jalan raya menuju pantai jalannya gilee banget.  

Pukul 13.00 WIB. kami sampai di Dsn Ngeluh, Ds Jengglungharjo, Kec Tanggung Gunung. Kami memarkir mobil di depan rumah warga. Menanyakan arah menuju ke pantai dan berapa lama jalan kaki ke pantai, dan jawabannya adalah Pantai sanggar memiliki tempat jauh dari pemukiman warga, jaraknya naik turun bukit kurang lebih 3 Km sebelah selatan dengan waktu tempuh jalan kaki umumnya 1 JAM. wOw.

naik bukit brooohhh....


Pemandangan dari atas bukit hasil pendakian
SETELAH 1 JAM PENDAKIAN.................................... sekitar pukul 14.30
NUMPANG NARSIS.....

  

Gimana gan??? berminat???

Friday, May 4, 2012

Industri Perdagangan Agama !!!

Satu dekade yang lalu, Inul Daratista digugat ramai-ramai oleh massa berjubah agama hingga sampai ke Majlis Ulama Indonesia. Gara-gara “pengeboran Inul” muncul H. Rhoma Irama di garis depan, dan sejumlah Ulama yang mendatangi DPR agar segera disahkan UU Anti Pornografi. Rupanya massa pedangdut lebih memihak Inul daripada Bang Haji, bukan karena fatwa keagamaannya, namun soal kejujuran beragama. Inul lebih jujur, karena dia “ngebor” semata mencari uang di Jakarta. Tetapi Raja Dangdut itu menggunakan lambang-lambang dakwah dibalik industri musikalnya, yang sangat tipis batasannya, apakah berdakwah melalui musik atau membangun industri musik dengan merek dakwah?
 
Dalam waktu bersamaan, kiai dan budayawan, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) membuat lukisan heboh.  Melukis lingkaran majlis dzikir, ditengahnya ada perempuan sedang mengebor gaya Inul Daratista.  Suatu kritik spiritual yang luar biasa dalam kanvas itu, betapa banyaknya majlis dzikir yang tak lebih dari tirai bagi syahwat para pelakunya. Mereka kehilangan Allah Swt, ketika berdzikir, malah perpektif nafsunya yang muncul dalam ritualnya.

Ketidakjujuran seringkali menguatkan politisasi agama dan menciptakan tuhan-tuhan semu yang menjanjikan birahi instan, untuk sekadar melupakan problema sosial, ekonomi dan politik pada publik, adalah bentuk pelarian yang sungguh memuakkan. Belakangan malah muncul gerakan bisnis bernuansa spiritual, kecerdasan spiritual, sedekah berlipat duniawi, pelatihan-pelatihan pengembangan SDM bernuansa spiritual,  agar mendapatkan dua pundi-pundi sekaligus, mati masuk syurga, sekaligus dapat untung duniawi.  Gerakan yang justru menimbulkan pembusukan esensi agama itu sendiri.

Mengapa? Karena terjadi transaksi “gaya hidup beragama”, sebagai jawaban instan atas peluang-peluang material di celah-celah spiritual yang kososng. Hasilnya adalah status baru dalam kehidupan sosial modern, sosok manusia dengan gaya hidup modern, namun tetap religius dengan mainstream agar dipandang sebagai manusia yang dekat dengan Tuhan. Padahal ajaran agama, sama sekali tidak mentolerir cara beragama yang riya’ dan hipokrit seperti itu.

Kasus-kasus penyimpangan atas nama agama, atau yang kebetulan dilakukan tokoh yang berlatar agama, mengingatkan kita betapa bahaya bendera-bendera agama dikibarkan untuk kepentingan industri ekonomi dan politik. Lebih-lebih ketika ummat terpedaya oleh kelatahan budaya, bahwa setiap yang didukung oleh mayoritas itu memiliki kebenaran mutlak, dan yang minoritas itu tidak lebih dari buih sampah yang batil. Padahal kebenaran bisa didukung mayoritas, dan bisa didukung hanya minoritas. Begitu juga sebaliknya, kebatilan.

Jika kita survey di seluruh negeri ini, merk-merk dagang dan merk “politik” dengan bernuansa serba religius, jumlahnya hampir ratusan. Karena menurut teori marketing, sebuah produk yang bisa melekat secara emosional setara agama, maka produk itu benar-benar sukses di pasar. Inilah yang menarik proyek “berhala bisnis” yang dijadikan lahan industri siapa pun yang ingin memaksa Tuhan menuruti selera nafsunya.

Karena komoditas manusia modern telah melampaui takarannya, maka perkembangan industri muncul dengan eksploitasi apa pun yang untuk membangun kapitalisasi dengan segala cara. Bahkan, konsumsi-konsumsi psikhologis yang maniak terhadap kekerasan, bisa dijadikan lahan bisnis kekerasan, dan berujung industri perang. Konsumsi hedonikal, bisa menyeret maniak kebinatangan manusia untuk dijadikan obyek potensial untuk industri syahwat, pemuasan perut, dan emosi status sosial, maupun mimpi semunya.

Kekerasan, kebuasan dan kebinatangan, akan terus tumpang tindih saling berkelindan dalam gerakan peradaban yang destruktif.  Agama dan simbol spititual menjadi sasaran paling potensial untuk dijadikan legitimator atas usaha-usaha syahwatiah tersebut, dan sangat berbahaya jika masuk dalam bursa pasar, sebagai spirit  dari satu sisi dua mata uang globalisasi.

Agama mana pun ketika tampil dalam konstruksi verbal, formal, dan simbolik, selalu berujung keruntuhan historinya, karena kepentingan berebut penguasaan simbol-simbol agama tidak pernah muncul sebagai kekuatan sejarah, kecuali sekadar buih-buih yang hebat yang menghempaskan dirinya sendiri dalam kebudayaan yang hampa, tanpa moral. Sehina mereka yang memperdagangkan akhirat untuk kepentingan dunianya, atau sehina mereka yang berbisnis dengan Tuhan, karena memaksakan nafsunya untuk mengukur kriteria keabsahan Ilahi dibalik sukses dan gagalnya urusan duniawi.

Kisah sedih yang berulang
Dalam kultur “amaliah publik” (awam) di bawah, tentu lebih banyak lagi  munculnya instanisme religious untuk mengukur derajat kesucian tokoh atau pemimpin agama.  Hal ini ditandai maraknya dunia magic dan hal-hal luar biasa yang dilatari kultur spiritual seseorang, lalu dijadikan ukuran status kesucian, manakala instanisme duniawi bisa diproduksi oleh kekuatan spiritualnya. Inilah bentuk-bentuk  pembebasan semu penuh tipudaya (ghurur) yang tidak membebaskan belenggu ketololan bangsa, khususnya umat beragama.

Kisah sedih soal manipulasi keagamaan, cabulisme, dan munculnya kepalsuan-kepalsuan spiritual, senantiasa berulang dalam kehidupan kita, terutama ketika depressi ekonomi dan politik menjadi kabut yang tidak menumbuhkan semangat dan harapan, maka spontanitas emosi sosial selalu bersemburat tanpa kendali, bahkan dalam pelarian spiritualnya.

Lembaga-lembaga agama, pemerintah dan institusi pendidikan sangat bertanggungjawab atas keberlangsungan kekuatan moral dalam beragama. Karena, dalam Islam, institusi itu mana pun, baik pemerintahan maupun Ormas, lembaga pendidikan,  dibangun justru untuk menegakkan agama. Bukan sebaliknya, agama dijadikan lahan formalisasi, bagi kepentingan ekonomi dan politik,  yang berujung perebutan hegemoni konflik.

Agama bukanlah hiburan spiritual yang dipertontonkan. Spiritualitas agama bukan menjadi pintu gerbang bagi para pemburu harta karun, apalagi untuk membangun piramida tahta. Jika memegang amanah agama ini seperti memegang bara, janganlah memilih salju duniawi melalui jubah agama. Karena anda akan sulit membedakan, mana nafsu menghadap Allah Swt, dan mana cinta kepada Allah Swt.

M. Luqman Hakim, Ph D 

Tuesday, April 24, 2012

Sehat Dengan Permen Karet !!???


Permen karet tidak hanya berfungsi sebagai penyegar mulut saja. Tahukah Anda jika permen karet juga berdampak positif pada kesehatan? Selama ini kita menikmati permen karet semata-mata hanya untuk mengusir rasa pahit di mulut, atau mengusir rasa bosan dengan bermain balon.

Berikut ini adalah 4 fakta keuntungan dibalik kekenyalan permen karet, seperti yang dilansir Boldsky.com:

1. Menurunkan berat badan
Fakta pertama dari mengkonsumsi permen karet yaitu bisa menurunkan berat badan. Saat Anda mengunyah, otot rahang akan bergerak secara otomatis. Baik permen itu masih terasa manis atau tidak, kegiatan mengunyah dapat mengontrol rasa lapar. Dalam satu jam Anda sudah dapat mengenyahkan 11 kalori lemak dalam tubuh.

2. Menjaga kesehatan mulut
Ketika Anda mengunyah permen karet, Anda akan mengeluarkan banyak air liur. Semakin banyak Anda memproduksi air liur kesehatan gigi dan rongga mulut akan terjaga. Untuk hasil yang maksimal pilihlah permen karet bebas gula.

3. Baik untuk metabolisme
Kegiatan mengunyah akan meningkatkan motilitas usus. Jumlah air liur dalam mulut akan membuat kita sering menelannya. Air liur yang turun dalam perut akan mencegah terjadinya asam lambung.

4. Gigi putih bersinar

Salah satu manfaat dari permen karet adalah Anda akan mendapatkan gigi putih dan rahang yang kuat. Selain itu kegiatan mengunyah permen karet juga dapat membuat napas menjadi segar dan menghilangkan kotoran yang melekat pada gigi.


Ayo beramai-ramai makan permen karet!!!

Bahaya Memakai Pakaian Ketat Dari Segi Kesehatan

 (vivanews.com)
Demi mendapatkan kesan seksi, busana ketat seringkali jadi andalan. Namun, jika ketatnya berlebihan bukan hanya malah merusak penampilan tapi juga menimbulkan efek negatif pada kesehatan.

Sebenarnya, tidak masalah jika Anda sesekali mengenakan baju dan busana ketat. Pastikan, Anda menggunakannya tidak dalam waktu lama. Itu karena bisa menimbulkan bahaya, ketahui fakta-fakta berikut, seperti dilansir dari Daily Mail.

Celana ketat
Risiko : Nyeri saraf di kaki, nyeri ulu hati, memperburuk hernia
Mengenakan skinny jeans, faktanya bisa membuat jalan Anda jadi tidak normal, tanpa disadari. Penelitian yang dipublikasi dalam Canadian Medical Association Journal, mengungkap jumlah kasus kondisi meralgia paresthetica meningkat seiiring tren skinny jeans.

Meralgia paresthetica adalah kondisi penekanan saraf dari arah panggul hingga paha luar. Gejalanya, bisa menimbulkan sensasi kesemutan, mati rasa dan panas seperti terbakar. Tapi, wanita yang beralih dari skinny jeans dan mengenakan celana yang lebih longgar, gejala tersebut diketahui perlahan menghilang setelah empat sampai enam minggu.

Kaus dan kemeja
Risiko: Sakit kepala, nyeri pada mata dan bahu

Kaus dengan dengan kerah bersturuktur dan sangat ketat dapat meningkatkan risiko penyakit mata berat. Hal ini menurut sebuah studi dalam British Journal of Ophthalmology. Kerah yang sangat ketat dapat memberikan tekanan pada vena jugularis di area leher dan menekan bagian internal mata.

Peningkatan tekanan adalah salah satu penyebab utama glaukoma. Kemeja yang terlalu kecil juga dapat membatasi aliran darah ke otak melalui arteri karotis. Kondisi ini menyebabkan sakit kepala, pandangan kabur dan pusing, serta meningkatnya ketegangan di area punggung dan bahu.

Sepatu
Risiko: Infeksi dan jamur, radang jari kaki dan hammer toe

Efek dari terlalu sering mengenakan sepatu yang ketat adalah jempol kaki Anda mengalami kelainan bentuk atau bunion. Ini menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa dan harus ditangani dokter untuk mengatasinya. Belum lagi risiko  kutu air serta infeksi jamur, karena aliran udara di sepatu yang sempit tak berjalan baik.

Pakaian dalam

Risiko: Infeksi jamur dan masalah kesuburan
Jangan menyepelekan aspek kenyamanan dalam mengenakan pakaian dalam. Biasanya karena ingin mengenakan rok atau celana ketat dan tak ingin garis pakaian dalam terlihat, Anda pun mengenakan G-string. Tapi ini bukan tanpa risiko. Ukurannya yang sangat kecil, tipis dan tentunya ketat, membuat sirkulasi udara tak berjalan baik.

Sehingga, jamur akan sangat mudah tumbuh. Bukan hanya rasa gatal, perih dan kemerahan yang muncul tapi juga bisa berdampak negatif pada kesuburan. Jadi, pastikan pakaian dalam yang Anda kenakan berbahan nyaman dan tak terlalu ketat.

Sunday, April 22, 2012

Jawaban Untuk Para Penghujat ''Tawassul''

(dari situs nu.or.id) 
 
Seorang pembaca NU Online menanyakan fasal tentang tawassul atau mendoakan melalui perantara orang yang sudah meninggal. "Apakah bertawasul/berdo'a dengan perantaraan orang yang sudah mati hukumnya haram atau termasuk syirik karena sudah meminta kepada sang mati (lewat perantaraan)? Saya gelisah, karena amalan ini banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Apalagi dilakukan sebelum bulan Ramadhan dengan mengunjungi makam-makam wali dan lain-lain sehingga untuk mendo'akan orang tua kita yang sudah meninggal pun seakan terlupakan," katanya.

Perlu kami jelaskan kembali bahwa tawassul secara bahasa artinya perantara dan mendekatkan diri. Disebutkan dalam firman Allah SWT:

يآأَيُّهاَ الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, " (Al-Maidah:35).

Pengertian tawassul sebagaimana yang dipahami oleh umat muslim selama ini bahwa tawassul adalah berdoa kepada Allah SWT melalui suatu perantara, baik perantara tersebut berupa amal baik kita ataupun melalui orang sholeh yang kita anggap mempunyai posisi lebih dekat kepada Allah SWT. Jadi tawassul merupakan pintu dan perantara doa untuk menuju Allah SWT. Tawassul merupakan salah satu cara dalam berdoa.

Banyak sekali cara untuk berdoa agar dikabulkan oleh Allah SWT, seperti berdoa di sepertiga malam terakhir, berdoa di Maqam Multazam, berdoa dengan didahului bacaan alhamdulillah dan shalawat dan meminta doa kepada orang sholeh. Demikian juga tawassul adalah salah satu usaha agar doa yang kita panjatkan diterima dan dikabulkan Allah SWT . Dengan demikian, tawasul adalah alternatif dalam berdoa dan bukan merupakan keharusan

Para ulama sepakat memperbolehkan tawassul kepada Allah SWT dengan perantaraan amal sholeh, sebagaimana orang melaksanakan sholat, puasa dan membaca Al-Qur’an. Seperti hadis yang sangat populer diriwayatkan dalam hadits sahih yang menceritakan tentang tiga orang yang terperangkap di dalam gua, yang pertama bertawassul kepada Allah SWT atas amal baiknya terhadap kedua orang tuanya; yang kedua bertawassul kepada Allah SWT atas perbuatannya yang selalu menjahui perbuatan tercela walaupun ada kesempatan untuk melakukannya; dan yang ketiga bertawassul kepada Allah SWT atas perbuatannya  yang mampu menjaga amanat terhadap harta orang lain dan mengembalikannya dengan utuh, maka Allah SWT memberikan jalan keluar bagi mereka bertiga.

Adapun yang menjadi perbedaan di kalangan ulama adalah bagaimana hukumnya bertawassul tidak dengan amalnya sendiri melainkan dengan seseorang yang dianggap sholeh dan mempunyai martabat dan derajat tinggi di mata Allah SWT. Sebagaimana ketika seseorang mengatakan: “Ya Allah SWT aku bertawassul kepada-Mu melalui nabi-Mu Muhammmad SAW atau Abu Bakar atau Umar dll”. Para ulama berbeda pendapat mengenai masalah ini.

Pendapat mayoritas ulama mengatakan boleh, namun beberapa ulama mengatakan tidak boleh. Akan tetapi kalau dikaji secara lebih detail dan mendalam, perbedaan tersebut hanyalah sebatas perbedaan lahiriyah bukan perbedaan yang mendasar karena pada dasarnya tawassul kepada dzat (entitas seseorang), adalah tawassul pada amal perbuatannya, sehingga masuk dalam kategori tawassul yang diperbolehkan oleh ulama’. Pendapat ini berargumen dengan prilaku (atsar) sahabat Nabi SAW:

عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ إِنَّ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ كَانَ إِذَا قَحَطُوْا اسْتَسْقَى بِالعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ المُطَلِّبِ فَقَالَ  اللَّهُمَّ إِنَّا كُنَّا نَتَوَسَّلُ إَلَيْكَ بِنَبِيِّنَا فَتُسْقِيْنَا وَإِنَّا نَنَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِعَمِّ نَبِيِّنَا فَاسْقِنَافَيَسْقُوْنَ. أخرجه الإمام البخارى فى صحيحه ج: 1 ص:137

“Dari Anas bin malik bahwa Umar bin Khattab ketika menghadapi kemarau panjang, mereka meminta hujan melalui Abbas bin Abdul Muttalib, lalu Umar berkata: "Ya Allah, kami telah bertawassul dengan Nabi kami SAW dan Engkau beri kami hujan, maka kini kami bertawassul dengan Paman Nabi kita SAW, maka turunkanlah hujan..”. maka hujanpun turun.” (HR. Bukhori)

Imam Syaukani mengatakan bahwa tawassul kepada Nabi Muhammad SAW  ataupun kepada yang lain (orang shaleh), baik pada masa hidupnya  maupun  setelah meninggal adalah merupakan ijma’ para sahabat. "Ketahuilah bahwa tawassul bukanlah meminta kekuatan orang mati atau yang hidup, tetapi berperantara kepada keshalihan seseorang, atau kedekatan derajatnya kepada Allah SWT, sesekali bukanlah manfaat dari manusia, tetapi dari Allah SWT yang telah memilih orang tersebut hingga ia menjadi hamba yang shalih, hidup atau mati tak membedakan atau membatasi kekuasaan Allah SWT, karena ketakwaan mereka dan kedekatan mereka kepada Allah SWT tetap abadi walau mereka telah wafat."

Orang yang bertawassul dalam berdoa kepada Allah SWT menjadikan perantaraan berupa sesuatu yang dicintai-Nya dan dengan berkeyakinan bahwa Allah SWT juga mencintai perantaraan tersebut. Orang yang bertawassul tidak boleh berkeyakinan bahwa perantaranya kepada Allah SWT bisa memberi manfaat dan madlarat kepadanya. Jika ia berkeyakinan bahwa sesuatu yang dijadikan perantaraan menuju Allah SWT itu bisa memberi manfaat dan madlarat, maka dia telah melakukan perbuatan syirik, karena yang bisa memberi manfaat dan madlarat sesungguhnya hanyalah Allah SWT semata.
Jadi kami tegaskan kembali bahwa sejatinya tawassul adalah berdoa kepada Allah SWT melalui suatu perantara, baik perantara tersebut berupa amal baik kita ataupun melalui orang sholeh yang kita anggap mempunyai posisi lebih dekat kepada Allah SWT. Tawassul hanyalah merupakan pintu dan perantara dalam berdoa untuk menuju Allah SWT. Maka tawassul bukanlah termasuk syirik karena orang yang bertawasul meyakini bahwa hanya Allah-lah yang akan mengabulkan semua doa. Wallahu a’lam bi al-shawab.

H M. Cholil Nafis
Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU

Tuesday, April 17, 2012

Kurikulum Global Warming: Solusi Menuju Bumi Yang Sehat

KURIKULUM GLOBAL WARMING SEBAGAI JALAN MENUJU KELESTARIAN BUMI MELALUI AKSES PENDIDIKAN FORMAL

Pendahuluan
            Pembahasan mengenai kondisi bumi yang kian rentan akan “kehancuran” karena pemanasan global atau global warming telah menyita perhatian seluruh makhuk jagat raya. Hal tersebut menjadi fenomena tersendiri di abad milenium ini, sebab global warming menyangkut akan kehidupan dan peradaban manusia di muka bumi. Seperti dikatahui secara umum bahwa global warming  adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi dikarenakan banyak hal, namun hal yang paling mendominasi adalah efek rumah kaca, sampah, efek umpan balik, dan variasi matahari. Global warming menimbulkan gejala alam yang tidak pernah terjadi sebelumnya seperti peningkatan suhu rata-rata 0,130C per dekade yang menimbulkan perubahan cuaca dan iklim ekstrim serta mencairnya es kutub utara yang menaikkan ketinggian rata-rata laut sehingga sering menibulkan banjir dan badai dengan volume besar.
            Fenomena global warming membuat masyarakat dunia panik dan mencoba mencari solusi atas situasi tersebut. Berbagai langkah-langkah strategis lokal maupun internasional untuk menangani permasalahan ini bermunculan. Yang paling banyak dikenal adalah Protokol Tokyo 1997 dan konferensi pemanasan global Bali 2007. Konferensi-konferensi tersebut menghasilkan konsensus-konsensus seluruh negara di dunia terkait komitmennya untuk melestarikan bumi dan menanggulangi atau meminimalisir efek global warming. Namun, penyadaran akan pentingnya kelestarian bumi juga perlu dipupuk pada diri dan jiwa masing-masing individu, konsensus-konsensus tersebut tak akan berjalan jika hanya menghasilkan tetapi tidak mewujudkan. Untuk itu diperlukan penyadaran individu akan pentingnya kelestarian bumi salah satunya melalui akses pendidikan formal dengan dibuat dan diberlakukannya Kurikulum Global Warming yang dipelajari dari mulai tingkat pendidikan terendah sampai tertinggi.
           
Kurikulum Global Warming
Sebagai salah satu perwujudan sumbangsih pendidikan, Kurikulum Global Warming adalah hal yang patut diupayakan untuk pelestarian bumi. Sebab, mempelajari, memahami dan mengaplikasikan cara-cara untuk menyelamatkan bumi dari efek pemanasan global tidak cukup melalui pendidikan secara non formal seperti mengadakan seminar, pelatihan, club ataupun kegiatan-kegiatan yang bergerak dalam bidang ini. Harus ada rumusan khusus untuk memahami fenomena global warming secara utuh dan menyeluruh, untuk itu pembuatan dan pemberlakukan kurikulum ini dalam pendidikan formal bukanlah sebuah ide isapan jempol belaka, melainkan hal yang patut diseriusi.
Kurikulum Global Warming juga dijadikan sebagai proses kesinambungan penanggulangan global warming. Karena banyak orang yang faham tentang global warming, namun mereka tidak tahu harus berbuat apa. Cara-cara yang difahami cenderung bersifat teoritis dan umum, padahal itu tidak cukup, diperlukan pemahaman secara aplikatif dan detail untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, konsensus yang sudah disepakati bersama dalam forum internasional akan berkesinambungan dengan sumber daya manusia yang mengerti betul akan global warming. Secara keilmuan, pembahasan global warming masuk dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, fisika, biologi, kimia dan peajaran eksakta lainnya. Tetapi dengan perkembangan fenomena dan cabang keilmuan yang dituntut untuk lebih fokus,  maka kajian global warming harus dipisahkan secara pembahasan dengan keilmuan teoritis tersebut diatas.
Kurikulum Global Warming diberlakukan dan diterapkan melalui pendidikan formal terendah (Taman Kanak-kanak bahkan Play Group) hingga pada tingkat pendidikan tertinggi (Perguruan Tinggi). Pembahasannya pun otomatis akan disesuaikan dengan strata pendidikannya. Secara umum, kurikulum ini akan terbagi menjadi dua pembahasan. Pertama adalah pembahasan global warming secara umum, artinya yang akan dikaji adalah segala hal yang bersifat universal dalam global warming, seperti mengapa terjadi global warming, sejarah, hal-hal yang mempengaruhi, efek, dampak, apa yang harus dihindari, apa yang harus dilakukan, penyadaran akan pentingnya lingkungan dan lain sebagainya yang mana hal tersebut berkaitan secara umum dengan global warming.
Kedua adalah Kurikulum Global Warming muatan lokal, sesuai dengan geografis dan keilmuan. Maksud dari sesuai geografis adalah pembahasan global warming diseusaikan dengan lokasi lembaga pendidikan itu berada. Semisal di daerah yang memiliki potensi banjir akibat global warming, maka salah satu titik berat kajian kurikulumnya adalah terkait tentang banjir. Atau jika daerah tersebut bermasalah dengan sampah, maka akan ada kajian pembahasan sampah. Contoh lain jika daerah tersebut didaerah perkotaan, industri, laut, gunung dan sebagainya maka semua kajian akan disesuaikan dengan tipologi daerahnya. Lalu yang dimaksud dengan sesuai keilmuan, maka kajian global warming akan disesuaikan dengan keilmuan yang sedang dipelajari. Contoh di fakultas hukum, maka kurikulum ini akan menuntun dan mengajari mahasiswa untuk membuat undang-undang atau peraturan terkait yang mana hal tersebut sensitif lingkungan. Di fakultas agama, sosial, kedokteran, tekhnik dan sebagainya juga akan dibahas global warming sesuai dengan keilmuan mereka.
Praktikum-praktikum berwawasan lingkungan juga menjadi hal penting dalam kurikulum ini. Sebab, saat ini perwujudan cinta lingkungan hanya dilakukan pada momen-momen tertentu dan bersifat insidental seperti ketika hari bumi mereka menanam seribu pohon, membersihkan lingkungan dan sebagainya namun pada hari esok kegiatan tersebut tidak dilakukan lagi.
Penutup
            Pelestarian bumi merupakan tanggung jawab bersama kita semua. Gerakan-gerakan dan cara-cara yang mengupayakan pelestarian bumi sudah menyebar banyak dan sudah melakukan bukti kongkrit. Hanya saja jangan sampai hal tersebut mengandung unsur-unsur kepentingan kelompok tertentu. Keberhasilan dalam menerapkan kurikulum ini tidak bisa dinilai secara jangka pendek, karena apa yang dilakukan sekarang adalah wujud peduli kita kepada generasi penerus bumi yang akan datang.

*Mahasiswa Ilmu Politik FISIP UB angkatan 2008. NIM 0811250040

 

Friday, April 13, 2012

Realisasi Ramalan Jayabaya !!!

Sri Aji Jayabaya memprediksikan agama Hindu-Buddha berkembang 1000 tahun di Nusantara beserta kejayaan bagi kerajaan yang memeluk agama tersebut. Bersamaan perkembangan Hindu-Buddha di Tanah Jawa dan Nusantara lahir pula seorang Rasul pembawa Islam pada 571 Masehi di Mecca yakni Rasulullah Muhammad s.a.w. sang penerima firman Allah s.w.t. tersusun dalam Al-Qur'an yang mahasuci didampingi Hadist Nabi yang dimuliakan.

Ramalan pertama
"Murcane Sabdo Palon Noyo Genggong" 
Usai 1000 tahun berkembang Hindu-Buddha maka sudah pada tempatnya giliran bagi yang lain, yakni akan digantikan oleh Islam sebagai agama negara bagi kerajaan di Jawa dan Nusantara. Sri Aji Jayabaya juga menyatakan Dang Hyang Tanah Jawi Sabdo Palon dan pendahulunya Noyo Genggong akan murca dari marcapada selama perkembangan agama Islam berkembang dengan bangkitnya kerajaan Islam di Jawa. Sabdo Palon tidak akan mencampuri Islam dan perkembangannya di Jawa dan Nusantara demi membikin manusianya jadi manusia komplit alias sempurna. 
    Maka terimalah, sudah menjadi takdir kerajaan Hindu-Buddha yang gemilang Majapahit berganti kerajaan Islam pertama di Nusantara Demak. Dan sayang sekali karena baru berdiri kerajaan Demak yang tidak memiliki angkatan laut sekuat Majapahit harus berhadapan dengan kekuatan unggul dari Eropa sehingga hanya dapat sedikit menahan masuknya pelaut bersenjata Portugis, bahkan Portugis berhasil memasuki Nusantara tanpa menemui lawan tangguh di medan laut. Dan berturut-turut bangsa Barat berikutnya Belanda bahkan sangat cerdik untuk mengadu domba kerajaan-kerajaan sisa Majapahit sehingga saling bertempur satu sama lain. Selanjutnya Belanda tinggal memetik hasilnya yakni menguasai kedua belah pihak dalam segala hal, terutama mengandalkan keunggulan kekuatan laut dan persenjataan maju yang berhasil dikembangkan Eropa, mesiu atau senjata api mulai ukuran senapan hingga meriam.
    Dengan demikian kekalahan kerajaan Islam terhadap gempuran bangsa Eropa bukanlah menjadi tanggung jawab danghyang tanah Jawi Sabdo Palon Noyo Genggong. Dan andai kata kerajaan Islam atau negara yang menjunjung Islam memperoleh kejayaan maka itu pun bukan melalui campurtangan sang pepunden Nusantara. 
    Tiap-tiap masa sebuah kerajaan bangkit dan hancur mengalami hal yang sama dengan siklus bintang. Dan semua kerajaan di Jawa mengakui Semar sebagai penguasa gaib dari dunia gaib dengan kemampuan khususnya mengejawantah sebagai manusia biasa. Semar bisa berperan sebagai abdi, punakawan, dan bahkan penasihat utama negara. Tokoh ini selalu turut hadir bersama jatuh-bangunnya kehidupan sederhana maupun sebuah pemerintahan rumit dalam kerajaan. Dan Semar yang terakhir dalam siklus perkembangan 1000 tahun Hindu-Buddha ialah Sabdo Palon Noyo Genggong.
       Majapahit yang jaya di laut dan di bumi Selatan, sementara Tiongkok yang berada di bumi Utara adalah pengimbang tatanan politik dunia pada masa itu. Bumi Selatan ada dalam genggaman Majapahit dan dengan keruntuhan Majapahit maka tatanan politik dunia menjadi jomplang dan dengan mudah pula bangsa Barat berkulit putih mengkolonisasi bumi selatan mulai dengan Afrika, Amerika Latin, dan Asia Selatan menjadi jalur tanpa ada penjagaan laut yang kuat.
    Kehancuran Majapahit oleh berkembangnya Islam yang masuk ke Jawa adalah sebuah siklus sejarah perkembangan kelas, dan perjuangan kelas. Sabdo Palon Noyo Genggong tahu bahwa Islam harus berkembang di Jawa dan Nusantara maka dari itu ia bersiap-siap untuk murca dari peranannya mengawal takhta dalam kurun 1000 tahun terakhir. Dalam sumpahnya, ia akan hadir kembali dalam jangka 500 tahun, adakah itu mengisyaratkan Islam akan menemui persoalan rumit setelah berkembang 500 tahun di Nusantara?
    "Murcane Sabdo Palon Noyo Genggong" ramalan Prabu Jayabaya yang pertama memang menjadi kenyataan tatkala Raja Majapahit yang terakhir Brawijaya memilih meninggalkan agama negara sendiri dan memeluk Islam. Dengan sendirinya Sabdo Palon memutuskan untuk menghilang atau murca dengan cara baik-baik dari hadapan Sri Brawijaya, "Yang Mulia, kami tidak akan melawan perkembangan sejarah, sejarah yang terus berkembang maju tak pernah mundur seinci pun itu, dan di hadapan Yang Mulia maka Kami berjanji akan kembali kelak di mana bumi manusia mengalami gonjang-ganjing dan segalanya harus dimulai dari awal lagi. Demi melindungi Tanah Jawa dan Nusantara serta bumi selatan. Howght!" demikianlah ucapan terakhir sebagai kata pamit Sabdo Palon. Majapahit tak pelak lagi meluncur menemui kehancurannya, atas kehendak takdir sejarah.


Ramalan kedua

"Semut ireng anak-anak sapi"



Marcopolo penjelajah Italia pada 1292 meninggalkan daratan Tiongkok setelah bermukim sekian tahun membawa berita dunia menakjubkan bagi benua Eropa. Duaratus tahun kemudian 1492 Christophorus Columbus juga orang Italia mendarat di benua milik bangsa Indian Amerika Utara dan mengabarkan bahwa dunia berbentuk bulat, bundar bola.
    Bangsa Eropa berkulit putih terkenal sangat rajin  dan ulet bekerja bagai semut hitam, dan selalu meminum susu sapi sejak bayi. Mereka mulai gelisah dan menyiapkan diri dengan kapal-kapal layar kecil gesit dan cepat begitu mengetahui kabar ada dunia besar lain penuh tantangan petualangan. Bertahun-tahun mereka perlukan mendesign kapal yang dipersenjatai untuk mengarungi samudera menemukan dunia baru dalam rangka mencari bahan mentah baru, dan rempah-rempah dari sumbernya langsung di dunia Timur atau di belahan dunia lain.     Ramalan Sri Aji Jayabaya kedua, "semut ireng anak-anak sapi" telah terbukti kebenarannya sejak pertama kali dikumandangkan duaratus tahun yang silam  dihitung sejak  Marco Polo tiba di Tiongkok bersamaan waktunya dengan berdirinya Majapahit.
    Majapahit berdiri 1292 bersamaan waktunya bangsa Eropa mulai memodernisasi kapal-kapal laut mereka dengan bantuan orang semacam Marcopolo yang kembali dari negeri Timur terutama Tiongkok dengan membawa cerita hebat kemajuan teknologi baru dan menerapkannya di Eropa.
   Majapahit dan benua Eropa berlomba membangun kebesaran masing-masing dengan kapal-kapal laut yang siap bertempur di tengah samudera, Majapahit berada di balik bumi daripada benua Eropa maupun Amerika. Kelak bangsa Eropa berhasil memasuki wilayah Majapahit Nusantara tak perlu berperang menghadapi kekuatan hebat Majapahit karena sedang mengalami konflik intern yang menghancurkan diri-sendiri dalam perang paregreg. Kekuatan adidaya di bumi belahan Selatan itu hancur sama sekali sehingga tidak pernah berkesempatan menghadapi bangsa kulit putih yang datang untuk menginvasi dunia.
    Hindu-Buddha Majapahit tergusur oleh kerajaan Islam yang tidak memiliki angkatan laut yang sekuat Majapahit, akan tetapi memiliki angkatan darat yang tak kalah hebat dengan milik Majapahit. Mereka berhimpun dengan kekuatan Islam di mana-mana yang  siap siaga menghadapi bangsa Eropa Nasrani dengan kapal perang bersenjata yang sulit ditaklukkan di mana-mana. Siapa yang lebih unggul dalam pertarungan itu? Konflik perang salib di Eropa dan perbatasan dengan Asia berpindah ke dunia baru, Asia Selatan, Afrika, Amerika Latin, dan Asia Tenggara serta Asia Timur. Pasukan Tiongkok yang dikirimkan ke perairan Selatan (Nan Yang) tidak begitu kuat untuk membantu kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara menahan banjir bandang kapal-kapal orang Eropa. Tiongkok bahkan berperan dalam merontokkan kekuatan Majapahit sehingga tak ada tameng di perairan Selatan yang cukup disegani di masa sebelumnya. Kekuatan Tiongkok lebih dipusatkan untuk menjaga keamanan di belahan bumi Utara. Sehingga tidak mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Majapahit.
    Paus Leo X gerah dengan pertikaian sesama bangsa Eropa Nasrani memperebutkan daerah baru di belahan dunia lain, sudah menjadi kewajiban Sri Paus untuk mendamaikan hal tersebut dengan mengeluarkan Jus Patronatus atau Padroado pada 1514. Spanyol mendapat bagian berlayar ke Barat dan Portugis mendapat bagian berlayar ke Timur.
    Dua kekuatan Nasrani yang berlayar berlawanan arah ini akhirnya benar-benar mengelilingi dunia dan bentrok di kepulauan Philipina, Spanyol bertahan di kepulauan tersebut, Portugis mencelat ke Timor Timur. Dua-duanya berusaha memantau dan tetap "ndedepi" kepulauan Maluku penghasil rempah-rempah antara lain pala, minyak kayuputih, dan cengkeh.
    Sementara itu ada sebuah bangsa Eropa lain, semut ireng paling rajin bekerja: membendung laut untuk dijadikan daratan dan memiliki sapi penghasil susu paling banyak di daerah Friesland, dan meminum susunya lebih banyak daripada bangsa lain yakni bangsa Belanda. Cornellis de Houtman mendarat di Batavia atau Sunda Kelapa pada 1596. Bangsa yang paling rajin dan tertib administrasinya ini berhasil menguasai wilayah Nusantara dengan menaklukkan kerajaan Islam dan sisa-sisa pecahan kerajaan Majapahit: Makasar, Kalimantan, Aceh, Bali, Papua, dan Nusa Tenggara. Inilah kedatangan bangsa asing yang sudah diramalkan oleh Sri Aji Jayabaya limaratus tahun sebelumnya, "semut ireng anak-anak sapi".
    Belanda bertahan menguasai Nusantara selama tigaratus limapuluh tahun, dan terusir bersamaan waktunya dengan kedatangan ramalan Jayabaya keempat, "kejajah saumur jagung karo wong cebol kepalang" alias bangsa Jepang.
Ramalan ketiga

"Kebo nyabrang kali"


Georgi Dimitrov salah satu petinggi Komintern atau Komunis Internasional dituduh oleh pengadilan Jerman Adolf Hitler mendalangi sebuah aksi kerusuhan membakar reichstaat Jerman. Pokok pangkal inilah Hitler telah merekayasa tuduhan yang tidak terbukti maka dianggap mengumumkan genderang perang terhadap komunisme. 
    Dimitrov pun memaklumatkan seruan ke seluruh kubu komunis berperang terhadap fasisme. Maka Jerman menghadapi lawan tangguh negeri-negeri sosialis dan terutama Sovyet Uni, negeri sosialis pertama di dunia. 
    Semenjak krisis ekonomi 1929 Adolf Hitler tampil memimpin Nazi 1933 dan menggerakkan Jerman dengan fokus utama industri Jerman ialah membangun kekuatan militer besar-besaran, dan dalam tempo lima tahun 1938 kekuatan militer yang terkuat di Eropa itu menganeksasi Austria. Sekutu yang dimotori Inggris dan Amerika Serikat belum mengambil tindakan sampai Jerman Hitler menyerbu Ceko dengan kekuatan militer besar-besaran melancarkan dan menguji coba blitzkriegnya yang gemilang. Akhirnya 3 September 1939 Sekutu mengumumkan perang terhadap Jerman. Sementara itu berturut-turut balatentara Jerman berhasil menaklukkan Prancis dan tak ketinggalan Belanda, Belgia tunduk pada keperkasaan Jerman.
    Dalam bayang-bayang pasukan Hitler yang menggentarkan itu maka pemerintahan kerajaan Belanda mengungsi ke Inggris, menyeberangi selat Channel. Sementara Belanda bergabung dengan Sekutu berperang terhadap Jerman, negeri jajahan Hindia Belanda atau Nusantara mengambil sikap netral terhadap Jerman. Hengkangnya pemerintah Kerajaan Belanda mengungsi ke Inggris inilah yang telah diramalkan oleh Raja Kediri Sri Aji Jayabaya, "Kebo nyabrang kali."
    Hindia Belanda terlalu jauh dari pasukan blitzkrieg Hitler di Eropa, akan tetapi terlalu dekat bagi sekutu Jerman di Timur Jauh yakni Jepang. Masuknya Jepang ke Hindia Belanda pada giliran terakhir dalam serbuan pasukan Negeri Matahari Terbit itu sekali lagi pemerintahan jajahan seberang lautan Hindia Belanda mengungsi ke Australia. Kebo nyabrang kali untuk kedua kalinya. Belanda mengungsi karena sudah terlalu kenyang mengeruk kekayaan di Nusantara, kekayaan itu disetor untuk mengenyangkan negeri induk Nederland yang terbukti tidak kuat bergerak menghadapi serbuan Jerman. Sama halnya negeri induknya Hindia Belanda yang kekenyangan tidak mampu menghadapi pasukan Negeri Sakura yang beringas masih kelaparan menyedot semua sumber daya alam dan kekayaan negeri yang ditaklukkannya.
    Hengkangnya pemerintah pusat kerajaan Belanda dan juga pemerintahan jajahan mengungsi menyeberangi lautan itulah yang sudah diramalkan oleh Jayabaya raja Kediri delapan ratus tahun yang silam.
    Hindia-Belanda tidak sendirian menghadapi serbuan Jepang, juga Inggris di Malaya, Singapura, dan pasukan Prancis di Indocina serta Amerika Serikat di Filipina. Semua saja menyeberangi lautan untuk mengungsi menyelamatkan ekor sendiri meninggalkan anak jajahan diambil orang lain. 
    Seekor kerbau punya hobi mandi di kubangan yang berisi air, apalagi di sebuah sungai yang melimpah-ruah airnya, ia tidak mungkin mau mentas dan menyeberangi sungai tanpa alasan yang luarbiasa. Alasan agar seekor kerbau menyeberangi sungai cuma dengan dipaksa atau terpaksa saja. Karena kerbau yang sudah kenyang makan dan kenyang berendam di air akan cenderung bermalas-malasan saja. Dan yang memaksa kerbau Belanda hengkang ialah kekuatan militer unggul bangsa lain. Sementara kekuatan militer sendiri tidak siap digunakan menghadapi serbuan dari luar semacam itu, melainkan hanya dipersiapkan dan digunakan untuk menindas pribumi jajahan yang tidak bersenjata dan lemah dari segi apapun. Pasukan militer Belanda punya kemampuan militer hanya sekelas menundukkan kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara. Belanda lebih menggunakan akal yang diwujudkan dengan politik pecah-belah dan kuasailah. Dan terutama berkat bantuan Pribumi sendiri yang lebih memilih berpihak pada kekuatan asing.
    Pasukan blitzkrieg Jerman akhirnya gagal menghadapi Tentara Merah di front Timur dalam daerah Uni Sovyet. Kekalahan di Russia itu menyebabkan keruntuhan kekuatan Jerman, dan Hitler bunuh diri atau dibunuh oleh pihak tertentu. Dengan demikian pada akhirnya pasukan militer Jerman menyerah pada Sekutu setahun lebih dulu daripada menyerahnya kekaisaran Jepang pada Amerika Serikat karena ledakan bom atom di jantung kota Jepang yang dijatuhkan dari pesawat militer Amerika Serikat. Sovyet Uni atau Uni Sovyet yang berada di pihak Sekutu ikut berhak keluar sebagai salah satu negeri pemenang Perang Dunia Kedua, dunia komunis mendapat kehormatan dengan keunggulan pasukan Merah Uni Sovyet. Dan anugerah kemenangan itu juga dipersembahkan bagi petinggi Komintern Georgi Dimitrov yang gagah berani membela Komintern dan komunisme di depan pengadilan fasis Jerman Adolf Hitler atas tuduhan palsu hasil kerja rekayasa intelijen Nazi Jerman dalam mengenyahkan hantu komunis sejagad.

Ramalan keempat


"Kejajah saumur jagung

karo wong cebol kepalang"


8 Maret 1942 Balatentara darat, laut, dan udara Dai Nippon dan pasukan sipil bunga Sakura yang berani mati dan selalu menang dalam pertempuran melawan bangsa Barat mendarat di segenap penjuru wilayah Nusantara. Lunaslah ramalan Jayabaya keempat, "kejajah saumur jagung karo wong cebol kepalang". Tentara Kerajaan Belanda tidak kalah gagah-berani menghadapi pasukan dari negeri Asia yang pernah menaklukkan Manchuria, wilayah kerajaan Tsar Rusia pada 1904-1905.
    Semangat tentara kerajaan masih kalah dengan tentara kekaisaran Matahari Terbit, Dewa Amaterasu berpihak pada sang penyerbu dari Utara. Sejak masa kuno orang-orang di Nusantara sudah diperingatkan oleh nenek-moyang agar selalu waspada terhadap arah Utara, karena dari sanalah musuh datang menyerang, dari Utara juga bencana bakal datang di Tanah Jawa. Oleh sebab itu ada sedikit peninggalan warisan leluhur sejak seribu tahun silam atau masa Prabu Jayabaya dari kerajaan Kediri bertakhta, yakni, "jangan membikin tungku atau luweng untuk memasak mulutnya menghadap ke Utara." Satu lagi, "jangan membuat kakus atau wc yang posisi orang yang mendudukinya sampai menghadap ke arah Utara."
    Bahkan seorang pujangga masyhur Nusantara menulis soal arus balik dari Utara yang terus mengalir ke Selatan: ilmu pengetahuannya, budayanya dan barang-barang dagangannya. Sebaliknya di masa keemasan Majapahit, dan bahkan sejak jaman kerajaan Srivijaya arus mengalir ke Utara: ilmu pengetahuan, budaya, dan barang-barang produk unggulannya.
    Hinomaru berkibar di seluruh Pantai Timur benua Asia sampai ke lautan Pasific di Timur Papua. Terbentuklah garis pertahanan militer yang sangat lebar dan sulit dijaga dari serbuan pasukan Sekutu yang dipimpin negeri Paman Sam. Berturut-turut hengkang dari wilayah koloni atau jajahannya: Prancis di Indocina, Belanda di Hindia Belanda, Inggris di Malaya, dan Singapura. Bangsa Jepang berhasil mengubah peta politik dunia, khususnya di Asia.
    Prabu Jayabaya sudah mengidentifikasi bangsa cebol kepalang ini seribu tahun yang lalu bakal menjadi superpower di bidang militer. Dalam pandangan Jawa yang kecil akan mengalahkan yang besar, orang cebol kepalang atau bertubuh pendeklah yang bakal mengalahkan orang-orang besar dari Barat.
    Pribumi Nusantara yang terpuruk melata di bahwa kaki bangsa Barat selama tigaratus limapuluh tahun mendadak sontak dibangunkan dari tanah dengan didikan pasukan Jepang yang keras dan tak kenal ampun. Senjata mulai diberikan kepada Pribumi yang mau berjuang bersama Jepang untuk menghadapi bangsa Barat atau Sekutu. Korban selama masa pendidikan militer Jepang berjatuhan, kesengsaraan hidup melanda rakyat di segenap wilayah Nusantara. Kelak buah kesengsaraan itu yang diawali hengkangnya bangsa Barat membikin Pribumi harus berdiri di atas kaki sendiri di atas tanah tumpah darah negeri sendiri dan memerintah bangsa sendiri, semua itu dapat ditempuh dengan merebut kemerdekaan dan kedaulatan ibu pertiwi Nusantara.
    Dai Nippon diramalkan menjajah Nusantara selama seumur benih jagung dapat disimpan, tiga setengah tahun! Dai Nippon yang bergabung dengan Jerman Hitler masih terus berjuang sendiri dengan ulet dan tekun. Sekutu merasa biaya militer sudah terlampau besar dikeluarkan di medan Eropa menghadapi Jerman dan sekutunya. Untuk menaklukkan pasukan Dai Nippon yang memiliki garis pertahanan begitu panjang di Asia Timur dan sebagian kepulauan di Pasifik pada akhirnya Sekutu atau Amerika Serikat memilih menggunakan cara ekonomis dan praktis: meledakkan bom nuklir di jantung wilayah Jepang. Walhasil pemenang perang dunia kedua yang sejati adalah senjata nuklir dan bukan Amerika Serikat. Pasukan Amerika tidak mati-matian dalam mengalahkan Jepang dengan cara yang umum dan terhormat.
    Jepang tidak sepenuhnya kalah di medan peperangan akan tetapi kalah karena atas instruksi pimpinan tertingginya Kaisar Jepang.
    Bangsa cebol kepalang itu selama menduduki Jawa dan Nusantara menghadapi lawan-lawan tangguhnya: partai komunis Indonesia,  Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, partai sosialis, partai nasionalis, dan orang-orang Islam progresif lainnya, dan tentu saja segenap rakyat Nusantara. Segenap komponen perlawanan itu telah memilih pemimpin mereka: Bung Karno. Bung Karno tidak terang-terangan memusuhi Jepang, akan tetapi mengambil taktik berpijak di dua tempat sekaligus. Kaki kiri berada bersama pasukan Dai Nippon, sementara kaki kanannya bahu-membahu melawan Jepang dengan berbagai cara bersama pejuang Pribumi lainnya.
    Bung Karno tahu siapa-siapa yang berjasa dalam merebut kemerdekaan, orang komunis, orang nasionalis, dan orang sosialis, dan orang Islam dan seterusnya.
    Dai Nippon menyerah kepada bom nuklir milik Amerika Serikat pada 14 Agustus 1945. Pemenang perang dunia kedua lainnya Sovyet Uni dedengkot negeri komunis pertama di dunia rupanya tidak dapat hidup berdampingan secara damai dengan negeri kapitalis lainnya, karena sudah sejak manifes komunis diluncurkan pada abad kedelapan belas hantu komunis tidak pernah ditolerir oleh paham lain di dunia ini. Sasaran tembak Amerika adalah negeri komunis Soviet Uni dan berakibat timbulnya Perang Dunia Dingin. Dua ideologi mengelompokkan diri masing-masing dengan memilih salah satu pihak. Slogan Amerika lebih keras lagi, "berkawan dengan kami memusuhi komunis atau menjadi musuh besar kami." Tidak adanya pilihan netral sama sekali.
    Imbas Perang Dunia Dingin itu sangat mewarnai kemerdekaan yang akhirnya dikumandangkan oleh Penyambung Hati Rakyat Indonesia: Soekarno didampingi M. Hatta. Semasa pendudukan Jepang keduanya sudah sering menyusun strategi bersama menghadapi masa depan. Mereka dalam menyikapi Perang Dunia Dingin mengambil sikap berlawanan. Bung Karno bersikap Netral sementara Hatta memihak memusuhi komunis. Dua peran antagonis dari kedua proklamator RI itulah yang pada akhirnya melahirkan drama-drama perang kemerdekaan yang memilukan. Bangsa sendiri bertempur dengan sesama saudara sendiri.
    Perang saudara antar bangsa sendiri sejak perang kemerdekaan ternyata terus membesar dan puncak klimaksnya termaktub dalam ramalan Jayabaya kelima, "pitik tarung sak kandang."
Ramalan kelima

"Pitik tarung sak kandang"

Pada 30 September 1965 di lapisan stratosfir langit malam, pada radius tiga kilometer dari kraton Sri Aji Jayabaya, para penduduk menyaksikan "lintang kemukus" bergerak pelahan ke arah utara. Benda langit cerah bersinar persis pesawat angkasa luar yang diidentifikasi selama berabad "lintang kemukus" yang bergerak lambat di langit itu menjadi pertanda datangnya peristiwa besar di jagad manusia.
    Malam-malam perburuan 20 juta anggota komunis di Nusantara mulai dicanangkan. Partai komunis ketiga terbesar di dunia berada dalam kepungan negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia. Sepuluh tahun yang silam kaum komunis berhasil menempati anak tangga keempat dalam pemilu paling demokratis di negeri Pancasila, suatu sintesis ideologi-ideologi yang ada di gelanggang politik dunia dicetuskan Bung Karno, penyambung hati rakyat Indonesia.
    Sri Aji Jayabaya seorang putra dari cinta sejati Dewi Sekartaji dan Inu Kertapati, kedua remaja pilihan ini adalah putra mahkota dari dua kerajaan di tepi sungai Brantas. Dewi Sekartaji seorang putri raja Amisena dari kerajaan Daha/Kediri. Sedangkan Inu Kertapati atau lebih termasyhur disebut Panji berasal dari kerajaan Jenggala, putra mahkota dari raja Lembu Amilanur. Silsilah kedua putra mahkota ini adalah cucu Prabu Erlangga dari hasil perkawinan dengan para selir. Sedangkan paramesywari Erlangga melahirkan seorang gadis bernama Dewi Sanggramawijaya atau lebih dikenal Dewi Kilisuci. Dewi Kilisuci tidak dapat menggantikan Erlangga menduduki takhta, maka kerajaan dibelah menjadi dua, Daha/Kediri dan Jenggala. Perkawinan kerajaan yang mereka jalani sebelumnya penuh dengan drama percintaan paling dikenang selama berabad oleh penduduk Jawa bagian Timur.
    Dewi Sekartaji dan Inu Kertapati yang belum bertemu satu sama lain sempat menolak perjodohan dua kerajaan atas diri mereka. Dewi Sekartaji mengembara bertahun-tahun, demikian pula Inu Kertapati, keduanya remaja paling cantik dan paling tampan di kerajaan Daha dan Jenggala. Singkatnya mereka akhirnya bertemu di pulau Dewata dan saling jatuh cinta satu sama lain. Perkawinan pun berlangsung meriah, dua kerajaan digabungkan, dan dari hasil cinta sejati mereka lahirlah seorang manusia unggul Sri Aji Jayabaya yang kelak marak menjadi raja kerajaan Kediri. Dalam masa pemerintahannya sastra dan seni berkembang luar biasa pesatnya. Perkataan yang berwujud ramalan-ramalan dari segenap cerdik-pandai di seluruh negeri dikumpulkan dan dipilih yang terbaik untuk dipersembahkan kepada yang mulia Sri Aji Jayabaya. Dengan bahan melimpah itulah sang raja besar itu mempublikasikan ramalan kelima "pitik tarung sak kandang" untuk menggambarkan perang saudara masa depan di tanah Jawa.
    Gerakan september 1965 memicu pertarungan dua ideologi yang bertentangan, di satu sisi kubu materialis, yang diwakili oleh 20 juta komunis, di sisi lain terdapat kubu idealis, yang diwakili 60 juta muslim. Kaum komunis menggunakan sistem filsafat materialisme dialektis. Kaum muslim masuk kubu idealis. Jika kedua sistem itu berhadapan dalam realitas kehidupan maka yang terjadi adalah pertentangan paham, tidak kurang-kurangnya Bung Karno berusaha mendamaikan pertentangan komunis dan Islam dalam wadah Nasakom, lebih lanjut lagi di forum legislatif dibentuk kabinet "gotong-royong". Usaha kecil Bung Karno yang memiliki visi luar biasa sejak 1926, berusaha menghindarkan terjadinya "pitik tarung sak kandang". Bung Karno sangat menguasai ramalan Sri Aji Jayabaya tersebut.
    "Pitik tarung sak kandang" artinya ayam peliharaan yang setiap pagi dan petang berada dalam ruangan yang sama. Ayam dalam satu ruangan itu setiap hari hidup rukun di luar ruangan. Kandang di sini bukan kandang yang rapat, ayam yang dipelihara penduduk di Jawa biasanya dibuatkan pijakan-pijakan bambu atau kayu untuk tidur si ayam. Ayam tersebut bebas keluar masuk ruangan kapan saja atas kemauan sendiri. Mereka berada dalam rumah yang sama dan hidup rukun. Sangat jarang terjadi ayam dalam satu "kandang" saling berkelahi di dalam kandangnya. Bahkan tidak pernah terjadi perkelahian ayam dalam kandang bebasnya itu. Perkelahian kecil biasanya rebutan tempat "mangkring" yang kuat, ayam dewasa, memilih berada di depan. Ayam muda oleh pemiliknya dipisahkan, dikurung tersendiri.
    Dalam kandangnya puluhan ayam itu tidak pernah berkelahi karena mereka hanya berkumpul pada petang hari untuk mulai tidur malamnya yang berlangsung hingga subuh. Saat mereka terbangun dan keluar kandang itulah sang pemilik menjamu santapan pertama, selanjutnya terserah anda mau cari makan di mana.
    Dalam enam bulan saja komunis dibantai lawan-lawannya, segenap peranan mereka telah disingkirkan dari pemerintahan, pers, dunia pendidikan dengan memenjarakan tanpa proses pengadilan. Jutaan pegawai aparat pemerintah Bung Karno tidak perlu dibayarkan pensiun mereka, walau sudah bekerja sejak perang kemerdekaan. Sangat ekonomis!
    Pembantaian kaum komunis yang tengah terjadi itu adalah hasil provokasi oleh oknum yang dimaksud dalam ramalan keenam sri Aji Jayabaya: "kodok ijo ongkang-ongkang", yang berkuasa tepat selama empat windu. "Kodok ijo ongkang-ongkang" dibantu oleh pihak asing yang tengah menjalankan doktrin McCarthy, membasmi komunis dari muka bumi.
    Komunis Indonesia musnah tak bersisa yang tersisa onggokan arang yang mengepulkan asap tipis. Di musim penghujan bakal tumbuh tunas baru di tumpukan berwarna hitam itu, karena negeri Nusantara sangat subur untuk mengubah kegersangan menjadi hijau kembali dengan tumbuhnya beraneka tanaman baru, termasuk yang sudah dianggap musnah.
Ramalan Keenam


"Kodok Ijo Ongkang-Ongkang"


Partai Komunis Indonesia hancur berantakan dalam semalam, bahkan tanpa seorang pun pasukan Amerika Serikat nongol di sini untuk turun tangan langsung. Di Vietnam sana di waktu yang bersamaan pasukan Amerika Serikat sudah lebih dari setengah juta pasukan bekerja keras turun tangan langsung dalam membasmi orang-orang komunis Vietcong. Usaha Amerika itu tidak juga berhasil mengatasi terowongan tikus orang Vietnam yang tersohor itu. Tidak cukup dengan pasukan militer, juga ikut diterjunkan ke medan pertempuran Vietnam segala jenis senjata modern, senjata kimia, senjata biologi semua saja ditujukan untuk membasmi manusia komunis Vietnam. Amerika gagal menghadapi pasukan komunis vietnam, karena orang-orang komunis Vietnam lebih unggul daripada orang-orang komunis Indonesia yang masih dibangunkan oleh Bung Karno nasion dan character rakyatnya. Paman Ho atau Ho Chi Minh lebih berhasil membangun character dan nation rakyat Vietnam. Paman Ho mendapat bantuan dari tetangga akrabnya Republik Rakyat Tiongkok yang dikomandani Kawan Mao Dze Dong yang masyhur dalam memimpin Tentara Merah Tiongkok berhasil mengalahkan pasukan Chiang Kaishek, Kuomintang dukungan Amerika Serikat.
    Jangan dilupakan peran sentral Zhou Enlai, Perdana Menteri Tiongkok yang disebut-sebut lebih dulu menjadi anggota PKT daripada sang ketua Mao sekitar 1921. Kawan Zhou dan Paman Ho dekat sekali hubungannya terutama tatkala Vietnam membutuhkan sokongan moril maupun materil dalam menahan serangan pasukan militer Amerika Serikat pemenang perang dunia kedua, kekuatannya tak diragukan lagi.
    Ramalan keenam Jayabaya, "Kodok ijo ongkang-ongkang" bisa berarti berkuasanya kaum hijau yang juga bisa berarti hijau daun atau hijau berlian. Hijau berlian berarti simbol pakaian militer angkatan darat. Hijau daun berarti bendera salah satu negeri di jazirah Arab, Saudi Arabia simbol dunia Islam.
    Kodok ijo mengeluarkan suara dari kantung udaranya dan terdengar, "oooong....kaaaang, oong... kang.....ong....kang.". Suara sang kodok itu di musim banjir penghujan sangat riuh-rendah, bahkan ribuan kodok ijo berkumpul menjelang hari mulai gelap untuk melantunkan orchestra simfoni, "ong-kang-ong-kang" mengisi keheningan malam basah oleh banjir atau hujan terus-menerus. Sang kodok begitu riuhnya memperdengarkan kemerduan suaranya dengan satu tujuan menarik lawan jenisnya untuk dikawininya.
    Tanpa ada air melimpah ruang di kebun atau di halaman rumah atau di tegalan, maka tak akan datang kodok ijo dan riuh-rendah sepanjang malam bersimfoni ria. Banjir darah akibat gerakan September 1965 mengundang militer angkatan darat turun ke arena untuk mengambil alih kekuasaan di Nusantara dari tangan Bung Karno yang berusaha membikin keseimbangan antara PKI dan AD.
    Dengan sendirinya AD yang hijau itu menjadi kekuatan dominan di Nusantara dan mendukung penguasa baru Jendral Suharto yang fasis dan otoriter sehingga berhasil berkuasa selama empat windu untuk membikin rakyat Nusantara seragam berfikir dan berbuat dalam hidupnya. Mau coba pikiran dan suara lain, hadiahnya penjara. Kalau agak ringan kesalahannya akan mendapatkan hadiah "diponggal-panggil" koramil atau kodim. Di sana dapat bogem mentah atau tidak itu lain perkara lagi.
    Masa rejim "kodok ijo ongkang-ongkang" tidak berarti militer terutama AD hanya ongkang-ongkang kaki saja, tidak. Justru AD bekerja keras untuk tetap menjaga bahaya laten komunis yang baru saja dikalahkan oleh AD sendiri. Komunis yang tumpas sampai ke akarnya berkat mantra sakti Jendral Soeharto, "tumpas habis sampai tujuh turunan" siapa saja yang terlibat komunis, selalu bekerja keras mencegah bangkitnya komunis di negeri Nusantara yang berubah menjadi negeri tergantung sejak masuknya modal asing akibat dibukanya keran modal oleh Jendral Besar Soeharto yang membikin sebagaian rakyat memujanya mampu membikin rakyat sejahtera.
    Akan tetapi sayang sekali slogan "awas bahaya laten komunis" itu terlalu berlebihan dikoar-koarkan selama Jendral Soeharto berkuasa. Padahal sudah jelas bin gamblang komunis sudah hancur tak punya kekuatan apapun, eeeeh kok menakuti rakyat banyak akan bahaya komunis yang cuma pepesan kosong itu. Eiit itu bicara waktu itu lho. Entah kekuatan mereka saat ini 2010. Ujung-ujungnya intimidasi dan teror kepada rakyat, dan ujung-ujungnya lagi Bapak Pembangunan itu terus terpilih dan terpilih lagi jadi Raja eh Presiden RI.
    Prabu Jayabaya hampir seribu tahun yang silam sudah meramalkan datangnya penguasa militer baru berbusana hijau, yakni AD. Ceritanya sang penguasa itu muncul setelah terjadinya perang saudara di Nusantara dalam, "Pitik tarung sak kandang". Setelah sang kodok tidak berkuasa lagi tampillah rejim baru yang disebut rejim reformasi. Apa yang terjadi, "kodok ijo, kodok bangkak, kodok percil, dan kodok pohon, dan lainnya ramai-ramai memperdengarkan suaranya tanpa hambatan lagi datang dari manapun. Dan ujung dari kebebasan itu ialah eyel-eyelan untuk menonjolkan pendapat sendiri yang belum tentu benar.


Ramalan ketujuh
"Tikus Pithi Anoto Baris"

Ramalan ketujuh Sri Aji Jayabaya (1145-an): Tikus pithi anoto baris interpretasinya tikus merah menyusun barisan! Merah tatkala masih bayi belum tumbuh bulu, dan kelak menjadi hitam oleh bulunya sendiri. Sifat utama tikus phiti antara lain: gesit, semau sendiri, susah diatur, dan lucu. Tikus phiti pandai menyembunyikan diri akan tetapi belum mampu bikin persembunyian sendiri, yakni berupa lubang-lubang dalam tanah, atau membikin sarang dari bahan yang ada di sekitarnya. Manusia tanpa alat bantu susah untuk menangkap dan memburu makhluk yang satu ini.
    Tikus yang satu ini benar-benar menyusun barisan bila pemimpin besarnya (induknya) dibunuh atau melarikan diri karena diuber-uber. Jika keadaan biasa tanpa gangguan maka ia bergerak tanpa formasi alias kocar-kacir tanpa tujuan semua gerakannya.
    Tikus-tikus pithi menyusun barisan bila mereka sedang kelaparan hebat, karena musim paceklik atau sarangnya diobrak-abrik dan digusur, dan juga berubah agresif tatkala mereka mendapat mangsa empuk.
    Semasa Sri Aji Jayabaya memerintah di Kediri tikus pithi sebagai julukan pada anak-anak remaja yang beranjak dewasa, tidak lagi merah tapi sudah bersemu kehitaman. Tikus dalam konteks ramalan bisa sebagai perlambang kaum muda, angkatan muda, atau pemuda dalam lingkup pusat kerajaan Kediri. Sri Aji Jayabaya sangat membutuhkan pasukan laut terutama bertugas sebagai prajurit dan paling dapat dipercaya tentu pemuda setempat dan di samping itu suara mereka benar-benar diperhitungkan dalam percaturan politik kerajaan.
    Kerajaan laut tapi berpusat di pedalaman itu menguasai daerah pengaruh meliputi Jambi di pulau Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Tidore, sehingga selalu memperkuat pasukan laut demi keperluan menjaga wibawa kerajaan di wilayah pengaruhnya. Angkatan muda mendapat porsi lebih untuk diterima sebagai abdi negara. Dengan strategi sedemikian rupa membuka peluang bagi pemuda, maka tidak ada gerakan pemuda yang berusaha untuk menggalang persatuan merongrong kekuasaan sang Prabu Jayabaya.
    Sejarah kemudian mencatat pada 1222, seratus tahun sejak kekuasaan Sri Aji Jayabaya di mana angkatan mudanya sudah kurang mendapatkan porsi dalam pemerintahan, tiba-tiba dari suatu daerah kurang lebih limapuluh kilometer arah ke Timur kerajaan Kediri, gerakan pemuda pimpinan Arok membariskan pasukannya menggempur Kediri. Panglima perang kerajaan Kediri Mahesa Wulung adik dari raja Dandang Gendis atau Krtajaya tewas di Ganter sehingga pasukan Kediri menelan kekalahan dalam pertempuran melawan pasukan Arok.
    Arok tercatat sebagai orang pertama yang memimpin pemberontakan atau kudeta dengan hasil gemilang dalam sejarah Nusantara.
    Kembali ke tahun 2010, adanya ramalan tikus pithi anoto baris ditafsirkan sebagai pemberontakan bersenjata rakyat dari segenap penjuru Nusantara adalah mustahil, kecuali dilakukan oleh unsur militer yang menguasai senjata. Rakyat jelata jelas tidak punya senjata api dalam jumlah cukup untuk mengadakan pemberontakan skala besar.
    Kaum muda memang mulai mengorganisir diri akan tetapi terpecah-pecah dan berorientasi ke berbagai jurusan, masing-masing berkutat di dalam kelompok sendiri. Mereka berwarna-warni idealismenya ada merah, hijau, biru, kuning, dan merah jambu serta mengelompokkan di sebagai kiri, tengah, dan kanan. Ibarat dalam jejer wayang mereka saling berseberangan sehingga mudah diadu-dombakan.
    Angkatan muda memang selalu tampil dalam setiap goro-goro dalam pemerintahan RI, dan keberhasilan mereka selalu berpindah tangan dan diambil alih pihak lain. Peranan mereka kembali cuma penggembira yang tidak mampu memfoloup hasil gerakannya yang berhasil. Sepertinya mereka mulai menyadari hal demikian, dan mulai memasang strategi baru. Demo damai yang berubah anarkis mudah sekali ditumpas, atau mengambil jalan parlementer yang memerlukan waktu panjang dalam meraih kemenangan. Hingga pada akhirnya yang paling mudah bagi angkatan muda dengan jalan mengumpulkan opini massa menggunakan jejaring sosial digital.
    Jadi "tikus phiti anoto baris" berarti angkatan muda menyusun barisan. Bukan barisan pemberontakan bersenjata, bukan demo anarchi, dan bukan menunggu waktu generasi tua menyerahkan kekuasaan kepada angkatan muda. Sehingga angkatan muda menjadi angkatan tua. Pemuda maju lain lagi masih memiliki kekuatan kecil dalam mendukung gerakan perubahan sistemik, dalam pada itu idealisme pilihan mereka belum mampu mempersatukan kekuatan dari berbagai elemen. Idea-idea pemersatu yang sudah tersedia antara lain Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, atau Nasakom, sejak era Majapahit hingga Kemerdekaan RI dan pasca kemerdekaan. Sekarang idea terakhir itu sudah pincang, karena salah satu kakinya buntung. Sedangkan idea yang lain diselewengkan menurut kepentingan penguasa sendiri. Adalah tugas angkatan muda membikin utuh dan memurnikan kembali seperti sediakala semua idea yang dicetuskan dan diajarkan oleh para pemimpin Nusantara sesuai jamannya itu.
    Kelak dengan berhasilnya angkatan muda menyusun barisan bersama untuk tujuan bersama memurnikan semua idea pemersatu dan mampu mewujudkannya dalam aksi, maka makna sesungguhnya ramalan Jayabaya ketujuh itu terbuktilah kebenarannya.


Ramalan kedelapan

"Reinkarnasi Noyo Genggong Sabdo Palon"

Dua pendeta penasihat sekaligus punakawan kerajaan Majapahit ini memang bukan tokoh sembarangan. Selama ini ditafsirkan sebagai makhluk halus. Wadag atau tubuhnya memang sebagaimana lazimnya orang biasa. Roh halus atau roh gaibnya yang luarbiasa, ia mampu bereinkarnasi ribuan kali sejak manusia pertama tinggal di bumi.
    Sebagai pendeta Buddha Jawa (Jowo Sanyoto, agama negara Majapahit) utama di kerajaan Majapahit ilmu agamanya sempurna bahkan lebih sempurna dibanding para pengikut utama Dalai Lama di Tibet. Dari jaman ke jaman Sabdo Palon* terus-menerus berganti raga (wadag), yakni pada saat raganya memang sudah tua dan meninggal dunia.
    Wadag baru pilihan itu tidak atas kemauan pribadi roh Sabdo Palon akan tetapi atas kehendak Sang Hyang Wenang ing Jagad.
    Jadi sebenarnya walau Majapahit runtuh, Sabdo Palon dan pendahulunya Noyo Genggong tidak pernah murca atau hilang, dia hidup sebagai manusia biasa di bumi manusia ini. Silsilah Sabdo Palon dalam 2500 tahun terakhir mengayomi tanah Jawa, dan bumi bagian Selatan (Man Yang) adalah sbb.: Semar, Humarmoyo, Manikmoyo, Ismoyo, Noyo Genggong, Sabdo Palon, Ki K, WS, dan pada 2010 ini ......???!
    Ramalan Sri Aji Jayabaya kedelapan bahwa Sabdo Palon akan kembali ke Nusantara, tentu ditafsirkan Sabdo Palon kelak berkiprah kembali sebagai pendamping dan penasihat daripada pemimpin negeri suatu kerajaan.
    Tatkala Majapahit pada era keruntuhannya sekitar 1478, di hadapan Prabu Brawijaya yang berganti haluan memeluk Islam sedangkan Sabdo Palon tetap bertahan sebagai titah dengan Jowo Sanyoto sebelum murca (lenyap) Sabdo Palon berjanji, "Yang Mulia, kita ditakdirkan untuk berpisah, tetapi harap Yang Mulia ingat limaratus tahun lagi aku akan kembali ke marcapada bumi Nusantara untuk menjalankan titah-Nya."
    Tepat waktu sebagaimana dijanjikan Sabdo Palon maka pada 1978 (500 tahun sejak Majapahit runtuh berikut murcanya Sabdo Palon) seorang penduduk biasa Jawa Tengah wadagnya dipergunakan oleh Sabdo Palon lengkap dengan Jowo Sanyoto-nya, lelaki tua itu menyebut dirinya Ki K. Pada awal 1990-an sosoknya yang sudah sepuh itu masih berstamina dan memiliki energi besar ditambah daya intelijensinya masih sangat kuat. Bicaranya menyihir barangsiapa saja yang mendengarkan. Sabdo Palon yang satu ini membawa ajaran dalam kitab "suci" Adam Makna (bukan Betaljemur Adam Makna). Salah satu isi kitab itu ialah penjabaran daripada abjad huruf Jawa ho no co ro ko do to so wo lo po dho jo yo nyo mo nggo bo tho ngo (yang bagi orang Sunda sangat penting sekali, ilmu tertinggi dalam dunia kebathinan dan falsafah di Nusantara). Beliau meninggal sekitar pertengahan 1990-an. Sabdo Palon berganti wadag lagi, dan kali ini dalam diri WS (65 tahunan) tangan kanan dan orang dekat Ki K sendiri. Kehadiran kembali Sabdo Palon dengan melalui reinkarnasi berabad pada sosok manusia pilihan itu atas kehendak dan kuasa Sang Hyang Wenang ing Jagad.
    WS meninggal sekitar 2006, (bersamaan waktunya dengan meletusnya Gunung Merapi), sepak-terjang beliau semasa hidupnya mirip tokoh misterius yang gerakannya juga misterius, ia pernah mencoba memberikan nasihat kepada Presiden Suharto yang di masa itu dikelilingi tokoh-tokoh spiritual tingkat tinggi dan sulit didekati siapapun, konon hasilnya kurang memuaskan; dan beliau di samping itu juga mencoba memberi nasihat atau petuah pada berbagai petinggi militer maupun sipil. Sepak-terjangnya tidak pernah membikin heboh karena setiap lakunya dikerjakan tanpa menarik perhatian. Dan tentu saja ia tidak pernah mengumumkan jatidirinya kepada siapapun. Sosoknya biasa saja, keistimewaannya ialah stamina tubuhnya luarbiasa apalagi saat ia berbicara seolah menyihir para pendengarnya. Dan keberaniannya berbicara menghadapi tokoh manapun sangat luarbiasa.
    Semasa jaman Majapahit dalam wasiatnya Sabdo Palon mengatakan, "Hanya atas kehendak Sang Hyang Wenang ing Jagad yang maha menentukan manusia pilihan sebagai wadag baru Sabdo Palon." Prosesnya perpindahan Sabdo Palon ke wadag baru berbeda dengan reinkarnasi pendeta Buddha Tibet. Sabdo Palon memasuki tubuh remaja atau dewasa yang telah ditakdirkan Sang Hyang Wenang ing Jagad meninggal dunia dan atas kehendakNya pula tubuh tersebut hidup kembali sebagai reinkarnasi Sabdo Palon baru dengan nama baru. Pada reinkarnasi pendeta Tibet terjadi sejak dalam kandungan ibunya, hingga lahir ke dunia sebagai bayi reinkarnasi pendeta si A atau si B.
    Menurut penuturan Ki K, pada jaman Jepang, Sabdo Palon sebelumnya -- yang kini bersemayam dalam dirinya -- turut bersama balatentara Dai Nippon menyerbu Jawa, membebaskan tanah Jawa dari bangsa kulit putih. Akan tetapi naas di Singapura pesawat tempur Zero yang ditumpangi Sabdo Palon tertembak oleh musuh, seluruh awak tewas, tatkala itulah meloncatlah roh Sabdo Palon dari tubuh seseorang yang tewas dalam pesawat tersebut (orang Jepang!). Sabdo Palon yang memang hendak ke tanah Jawa konon mendarat seorang diri di kaki Gunung Merapi. Pesawat naas itu berangkat dari salah satu kota Jepang.
    Kejayaan Nusantara dalam ramalan Sri Aji Jayabaya akan terjadi tatkala munculnya kembali Sabdo Palon dan Noyo Genggong. Sabdo Palon alias Ki K pada 1980 mengatakan, "Kejayaan Nusantara yang lebih dahsyat daripada kerajaan Majapahit terwujud bila dunia mengalami goro-goro besar semacam perang dunia dahsyat atau bencana alam berskala besar, misalnya jatuhnya benda angkasa, meletusnya gunung berapi, dan lain-lain. Usai goro-goro terjadi maka dunia akan kembali seperti sediakala. Pada saat itulah tatanan politik dunia baru akan terbentuk dan jauh berbeda dari peta dunia modern sebelumnya. Pasca goro-goro itulah di Nusantara akan muncul Ratu adil dan Sabdo Palon berdampingan menentukan nasib Nusantara dan bumi bagian selatan (Man Yang) dalam satu tata pusat pemerintahan baru," demikian ucapan orisinil Sabdo Palon pada 1980.
    Kapankah terjadinya goro-goro besar dan munculnya ratu adil? Pertanyaan itu akan terjawab setelah ada jawaban atas pertanyaan berikut, "Siapakah yang kini dipilih oleh Sang Hyang Wenang ing Jagad menjadi manusia pilihanNya sebagai wadag terbaru daripada reinkarnasi Sabdo Palon?"
    Beliaulah sumber jawabannya.
"Sumber"