Please leave a comment

Rabu, 08 Agustus 2012

Studi Kelayakan Proyek : Net Benefit/Cost (Net B/C) Ratio



A.    PENGERTIAN NET BENEFIT-COST RATIO  (NET B/C RATIO)
Net B/C adalah perbandingan antara jumlah PV net benefit yang positif dengan jumlah PV net benefit yang  negatif. Jumlah Present value positif sebagai pembilang dan jumlah present value negatif sebagai penyebut.
Net B/C ini menunjukkan gambaran berapa kali lipat manfaat (benefit) yang diperoleh dari biaya (cost) yang dikeluarkan. Apabila net B/C > 1, maka proyek atau gagasan usaha yang akan didirikan layak untuk dilaksanakan. Demikian pula sebaliknya, apabila net B/C < 1, maka proyek atau gagasan usaha yang akan didirikan tidak layak untuk dilaksanakan. Net B/C ratio merupakan manfaat bersih tambahan yg diterima proyek dari setiap 1 satuan biaya yg dikeluarkan.

Bt       = Manfaat (Benefit) pada tahun ke-t
Ct      = Biaya (Cost) pada tahun ke-t
i         = Discount Factor
t         = Umur proyek
Indikator NET B/C Ratio adalah :
- Jika Net B/C > 1, maka proyek layak (go) u
ntuk dilaksanakan
- Jika Net B/C < 1 , maka
proyek tdk layak (not go) untuk dilaksanakan

Kelebihan Dan Kekurangan Menggunakan Net B/C Ratio 
                 Kelebihan menggunakan Net B/C dalam menganalisa sebuah proyek adalah lebih mencerminkan berapa rasio keuntungan yang akan didapat karena manfaat yang didapat telah dikurangi dengan biaya. Selain itu, Metode ini telah memperhitungkan aliran kas selama umur proyek investasi. Sedangkan kekurangannya adalah proses penghitungan akan lebih lama karena setelah mengidentifikasi semua biaya, kita akan mengurangkannya dengan manfaat untuk setiap tahun selama umur proyek.
B. PERBEDAAN NET B/C RATIO DENGAN GROSS B/C RATIO

Seperti yang telah disebutkan diatas, dalam perhitungan Net B/C biaya tiap tahun dikurangkan dari benefit tiap tahun untuk mengetahui benefit netto yg positif dan negatif. Kemudian jumlah present  value positif dibandingkan dengan jumlah present value yang negatif. Sedangkan, Dalam perhitungan Gross B/C, pembilang adalah jumlah present value arus benefit (bruto) dan penyebut adalah jumlah present value arus biaya (bruto). 

Berikut ini sebuah contoh untuk lebih mudah memahami perhitungan Net B/C ratio dan Gross B/C Ratio:
Diketahui suatu proyek besar menghasilkan estimasi biaya dan manfaat sebagai berikut :
- Umur proyek 6 tahun
- Tingkat DF yang berlaku 10 %
- Biaya Investasi yang dikeluarkan pada tahun ke-1 dan ke-2 masing-masing sebesar Rp 500 jt dan Rp 400 jt kemudian biaya operasioanal tiap tahunnya sebesar Rp 50 jt.
- Manfaat yang diterima mulai tahun ke-2 sampai tahun ke-6 masing-masing sebesar Rp 100 jt, Rp 200 jt, Rp 300 jt, Rp 400 jt, dan Rp 500 jt.

Tahun
Cost
Benefit
Net Benefit
DF 10%
PV
1
500

(500)
0,909
(454,5)
2
400
100
(300)
0,826
(247,8)
3
50
200
150
0,751
150,2
4
50
300
250
0,683
204,9
5
50
400
350
0,620
248
6
50
500
450
0,564
282
 Net B/C ratio untuk contoh proyek diatas adalah: 

Jadi Net B/C ratio dalam proyek tersebut adalah 1,074.  1,074>1 artinya proyek go (Layak dijalankan)

Sedangkan untuk Gross B/C ratio untuk proyek tersebut:

Tahun
Cost
Benefit
DF 10%
PV Cost
PV Benefit
1
500
0
0,909
454,5
0,000
2
400
100
0,826
330,4
82,600
3
50
200
0,751
37,55
150,200
4
50
300
0,683
34,15
204,900
5
50
400
0,62
31
248,000
6
50
500
0,564
28,2
282,000
JUMLAH
915,8
967,700


 Gross B/C Ratio =
             maka:            =   967,7
                                       915,8
                                 = 1,057



Jadi, berdasarkan criteria Gross B/C ratio, proyek tersebut layak (go) untuk dijalankan karena 1,057>1.




0 komentar

Poskan Komentar